Kentang merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Usahatani kentang seringkali memberikan keuntungan yang baik bagi petani yang membudidayakannya. Namun, produksi kentang cenderung menurun dalam tahun-tahun terakhir. Hal ini disebabkan sebagian oleh faktor eksternal seperti urbanisasi, terbatasnya kesempatan untuk mendapatkan modal usahatani dan masalah infrastruktur. Tetapi hal tersebut, sebagian besar disebabkan oleh faktor seperti meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman, terbatasnya varietas kentang dengan tingkat hasil yang tinggi dengan ketahanannya terhadap penyakit penting dan terbatasnya ketersediaan benih kentang yang berkualitas dan kurangnya varitas kentang yang cocok untuk pengolahan, yang mana merupakan segmen pasar yang sedang meningkat di Indonesia.

Banyak unsur dalam bidang komoditas kentang yang kurang berkembang dan produksi tanaman dilakukan dengan cara yang mengarah pada sistem yang tidak berkelanjutan. Penyakit tanaman dikendalikan dengan cara yang kurang tepat, yang mengakibatkan penggunaan pestisida yang berlebih, yang selanjutnya mengakibatkan pula resistensi terhadap pestisida dan biaya tinggi. Lahan pertanaman seringkali tidak dikelola dengan baik yang mengakibatkan adanya peningkatan masalah nematoda, menurunkan tingkat kesuburan tanah sehingga unsur hara yang tersedia bagi tanaman rendah dan terjadinya erosi. Dalam rangka memenuhi permintaan pasar diperlukan pendekatan rantai pasokan. Petani perlu mendapatkan informasi permintaan pasar dalam rangka memproduksi varietas dan kualitas yang diinginkan. Untuk itu, benih kentang yang berkualitas tinggi perlu tersedia bagi petani. Selanjutnya, pengelolaan yang baik dalam teknik produksi dan pasca produksi merupakan hal yang sangat penting untuk keberlanjutan rantai pasokan.

vegIMPACT bermaksud untuk mengeksplorasi intervensi berikut:

  • Pengenalan varitas kentang modern dan membantu lebih lanjut mengenai pengembangan sistem perlindungan hak kekayaan intelektual khususnya untuk kentang
  • Peningkatan sistem produksi kentang melalui pelatihan petani di Garut dan Pangalengan, Jawa Barat
  • Identifikasi varitas kentang yang cocok untuk kebutuhan konsumsi modern dan untuk diolah

Informasi lebih lanjut
Netherlands : Mrs. Annette Pronk
                   Mr. Huub Schepers
Indonesia    : Mr. Nikardi Gunardi
Klik disini untuk mengirim pesan