Petani Muda professional - VegIMPACT
vegIMPACT

Petani Muda professional

Orang muda yang terdidik dengan baik dan memiliki kemampuan dibutuhkan untuk berkontribusi terhadap pengembangan hortikultura di Indonesia. Keberhasilan kedua belah pihak baik itu sektor swasta atau sektor umum yang bergeraj di bidang hortikultura akan bergantung pada orang-orang ini. Banyak anak mudah di perdesaan bermigrasi ke kota-kota untuk mencari kesempatan kerja dan kemakmuran. Sedangkan di tahun 1991 lebih dari 50% populasi orang Indonesia yang berkerja di bidang pertanian, hanya 30% pada saat ini. Bertani dianggap secara fisik berat, tidak menarik dan tertinggal jauh dibandingkan dengan sektor lain dalam penggunaan teknologi terkini.

 

Pada tahun 2017, Indonesia dan Belanda menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan sumber daya gabungan dengan tujuan untuk meningkatkan Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Vokasi pertanian (TVET) di Indonesia.Program tiga tahun TVET mecangkup: penguatan isntitusi, pengembangan kurikulum pelatihan guru dan pengembangan infrastruktur. Program dikoordir oleh Project management office (PMO) yang dituan rumahi oleh Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Program TVET juga akan memanfaatkan keahlian Belanda di lembaga-lembaga pengetahuan dalam green education. Saat ini dua sekolah (SMKN 2 Subang dan SMKN 5 Jember) telah dipilih sebagai model percontohan, yang akan diskalakan ke SMKNs lain. Dukungan untuk green vocational education sistem di Indonesia adalah didasarkan pada permintaan pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Belanda. Meningkatkan TEVT di sektor pertanian dan menghasilkan lulusan-lulusan kompeten yang dapat mengisi kebutuhan pasar dan memberdayakan sekolah kejuruaan, para pelajar, para petani dan industry akan mengstimulasi perkembangan ekonomi di Indonesia.

Kegiatan vegIMPACT NL memperkenalkan infomasi teknologi baru (Aplikasi, Facebook) dan akan menunjukkan pilihan mekanisasi untuk meningkatkan TVET dan merubah gambaran pertanian. Namun, di track petani muda professional kami melangkah satu langkah lebih jauh dengan memperbarui sistem pendidikan kejuruan formal di Indonesia dan dengan mendukung kampanye publik untuk Duta Besar agribisnis muda. Yang terakhir adalah program yang sedang berjalan untuk meningkatkan citra pertanian melalui kontes petani muda.

Kembali